Kisah ini di mulai saat aku memasuki masa-masa SMA. Aku mengenalnya karena aku sekelas dengannya. Aku suka padanya saat aku pertama kali melihat wajahnya yang cantik itu. Awalnya aku hanya mengenal wajahnya dan tidak tau siapa namanya, aku ingin sekali berkenalan dengannya tapi aku takut. Aku pun bisa tau namanya lewat absensi kelas, walaupun aku sudah tau namanya aku tetap aja ga bisa ngobrol sama dia, mungkin masih belum akrab karena aku baru beberapa hari di kelas itu.
Akhirnya semester ganjil pun berlalu.
Aku pun sudah akrab dengannya juga dengan teman-teman yang lain. Akun juga
sudah terbiasa ngobrol sama dia, senangnya uda bisa ngobrol sama dia. Dia
sangat pintar di kelas, dia juga cantik, pokoknya dia perfect banget.
Saat itu aku iseng sms dia, aku nanyak
“ada pr ga buat besok?”. Semenjak itu aku terus sms dia sampai
berlanjut-lanjut, mungkin ini namanya tahap PDKT”hehehe”. Di hari itu jam itu
detik itu juga aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku padanya, aku
pun melakukannya, tapi sayangnya aku di tolak”malangnya nasibku”. Walapun aku
di tolak aku nggak akan nyerah buat ngedapetin dia. Dia itu bagaikan bidadari
yang dikirim Tuhan buat aku. Aku ingin sekali memikilinya. Aku berpikir
bagaimana cara untuk mendapatkannya dan aku tidak lupa berdoa”Tuhan Tolong Aku,
berikan Aku jalan buat bersamanya”.
Waktu demi waktu pun berlalu tidak
terasa sudah bulan april saat semester ganjil berlalu. Pada malam itu tanggal
22 Bulan April Tahun 2011 aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku
sama dia tidak disangka dan tidak diduga dia menerima ku, munkin doa ku itu
didengar sama Tuhan”Makasi Tuhan”. Saat malam itu aku sangat senang sekali, eh
bukan aku sangat senang berkali-kali”hehehe J. Akhirnya aku jadian sama
dia.
Dia telah banyak merubah hidupku dari
sempurna menjadi lebih sempurna. Aku sangat berterima kasih pada Tuhan karena
Tuhan sudah mengirimkan dia buat bersama dengan ku”Terima Kasih banyak Tuhan”.
Dia telah mengajari aku tentang arti dari kehidupan ini. Aku telah banyak
berubah dari dia, setiap kata yang keluar dari bibirnya yang manis itu aku
simpan dalam memori khusus di otakku. Aku nggak ingin pisah dengan dia. Aku
ingin selamanya dengan dia. Aku nggak akan melepasin dia, dia akan aku jaga
selamanya di hatiku.